ASMA’ SUNGE RAJEH

asma-rajeh-dirajeh-rdr
Asma sunge rajeh,siapa yang gak kenal asma ini di dunia ilmu gaib.asma sunge rajeh adalah raja dan mustika aji kesaktian,terbukti bagi orang yang telah mengamalkan asma ini merasakan khasiat yang banyak terutama ilmu kesaktian dan ilmu pengasihan.banyak yang berburu asma ini untuk mendapatkan khasiat dan mampaatnya yang luar biasa,sampai-sampai mengeluarkan uang sampai beratus-ratus ribu rupiah bahkan jutaan.bagi saya untuk mengamalkan asma ini, kita harus memohon ijin kepada si empunya asma.dengan cara membaca tasawuf dan mengirimkan al fatihah. Ingat”jika kita tak mampu bersedekah atau beramal dengan ilmu yang kita miliki”.

Asma sunge rajeh banyak versinya,ini dikarenakan dulunya waktu penyampaian kalimat asr itu tidak boleh di tulis,makanya banyak perbedaan di tiap daerah karena dialek tiap daerah berbeda-beda.
Macam-macam Asma sunge Rajeh menurut versinya.

1.Asma sunge rajeh Versi Cirebon [5 tgkt]

tingkat 1 :INNA QUWWATIH NAKAFATINA NAKABA KABANA TABANA 1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat dua.
tingkat 2 :INNA QUWWATIH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).
tingkat 3 :INNA QUWWATIH NAKABUN NATAH KITABUN NATAH (1000 X Selama tiga hari. Setelah tiga hari dan sudah terasa fungsinya, dilanjutkan ke tingkat tiga).
tingkat 4 :INNA QUWWATIH NAKATABANA FATINA NABADAN. (1000 X Selama tiga hari)
tingkat 5 : INNA QUWWATIN NAKATA BANATA KINNA NATABA (1000 x 7 malam).

2. Asma sunge rajeh Versi Blora [4 tgkt]

tingkat 1-” inna quwwatih katabal quwwatah kitabal quwwatih (1000 x selama 7 hari )
tingkat 2-” inna quwwatih nakaban natah kitaban natah (1000 x selama 7 hari )
tingkat 3-” inna quwwatih nakabun natah kitabun natah (1000 x selama 7 hari )
tingkat 4-” innaka sohabatika sohibika “
(1000 x selama 7 hari )

3. Asma sunge rajeh Versi Grobogan , 1 tgkt

4. Asma sunge rajeh Versi Madura

A.asr versi madura selatan
tingkat 1-” INNAKA QUWWATAH KATABAL QUWWATAH KITABAL QUWWATIH . 1000 x 7 hari.
tingkat 2-” INNAKA QUWWATAH KATABAN NATAH KITABAN NATAH . 1000 x 7 hari.
tingkat 3-” INNAKI QUWWATIH KATABUN NATAH KITABUN NATAH . 1000 x 7 hari.
tingkat 4-” INNAKA SHOHABATIKA SHOHIBIKA . 1000 x 7 hari.

5. Asma sunge rajeh Versi 5 Solo 2 Versi [msng2 1klmt]
Versi 1″ INNA QUWWATIH NAKABUN NATUH KITABUN NATUH “

Versi 2″ INNA QUWWATIH NAKABUN NATUH KITABUN . 1000 X selama 7 hari.

6. Asma sunge rajeh versi sunan kalijaga

” INNA QUWWATIH IHYA FATAROTH

Doa dibaca setiap malam 1000 kali selama 7 hari.

6. Asma sunge rajeh versi aceh

” INNA QUWWATIKA QUWWATIH QUWWATI’BAH QUWWATIMA . 1000 X selama 7 malam

7. ASMA SUNGE RAJA VERSI HINDI

” INNA QUWWATIH AMALU AMILA YAQLAMU KITABAN NATAH “. 1000 X selama 7 hari.

Amalkanlah Asma’ ini diluar ruangan / rumah. Cara mengamalkan baca tawasul AL-FATIHAH disampaikan kepada :
Nabi Muhammad SAW
Sahabat Nabi SAW
Malaikat Muqorrobin dan Qoribin,
Nabi Khidir A.S,
Syekh Abdul Qodir Jailani ra,
Syekh Buju Tumpeng Pamekasan Madura,
Kyai Damanhuri Pamekasan Madura,
Syekh Syarif Hidayatullah,
Pangeran Cakrabuana,
Man Ajazani.
Ashadu alla illaha ilallah wa ashadu anna Muhammadar Rosullullah. (3X) Allahuma sholi ‘ala Sayidina Muhammad Wa-ala ali Sayidina Muhammad. (3X) Astagfirullahal Adzim, aladzi Laa ilaha ilallah huwal hayul qayyum wa atubu ilaih. (3X) Lahaula Wala Quwata Ila Billahil Aliyil Adzim. (3X) Allahu Akbar. (3X)
Selanjutnya mulai membaca Asma’ Sunge Rajeh .

Manfaat Asma Sunge Raja

1. Pengasihan Umum : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas pada kedua telapak tangan, kemudian tiupkan dan diusapkan ke wajah.
2. Pengasihan Khusus : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Ulangi amalan ini selama 3 hari hingga berhasil dengan sempurna. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.
3. Keberanian Luar Biasa : Setiap akan berhadapan dengan musuh atau ketika akan mau keluar rumah, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.
4. Pelarisan Usaha Apa Saja : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada pasir atau gula pasir, lalu tiupkan. Kemudian terbarkanlah pasir atau gula pasir tersebut didepan tempat usaha.
5. Kewibawaan Tingkat Tinggi : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.
6. Meredam Amarah Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.
7. Kekuatan Pukulan Tangan : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas pada kedua telapak tangan, kemudian tiupkan dan pukulkanlah kearah musuh atau benda keras.
8. Menghancurkan Benda Keras : Asma’ dibaca sebanyak 7 kali sambil menahan nafas, lalu ditiupkan ke arah benda keras yang akan dihancurkan tersebut.
9. Kebal Pukulan Tangan Dan Benda Tumpul : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.
10. Mengusir Musuh Lewat Bentakan : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu bentaklah musuh atau lawan tersebut.
11. Terlihat Seperti Raksasa Ketika Akan Dikeroyok : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, kemudian tiupkan ke arah musuh yang hendak mengeroyok atau mengepung.
12. Menghentikan Pendarahan Pada Luka : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke daerah tubuh yang luka atau berdarah.
13. Mendapatkan Pinjaman Uang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.
14. Memudahkan Seseorang Sakratul Maut : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian teteskanlah air putih itu secara perlahan – lahan pada mulut orang yang sulit meninggal atau sakratul maut tersebut.
15. Naik Kendaraan Umum Tanpa Bayar (Saat Terdesak) : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas pada kedua telapak tangan, kemudian tiupkan dan usapkan ke tubuh serta wajah. Lalu bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah kondektur atau supir kendaraan umum tersebut.
16. Menambah Kekuatan Fisik : Setiap akan mau melakukan pekerjaan bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas pada segelas air putih, lalu tiupkan dan minumlah hingga habis.
17. Menambah Keampuhan Ilmu : Setiap selesai sholat fardhu, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali.
18. Melumpuhkan Ilmu Kesaktian : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah musuh yang punya ilmu kesaktian tersebut.
19. Selamat Dari Razia Petugas : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali. Dan jika bertemu dengan razia Polisi atau petugas keamanan lainnya, bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, kemudian tiupkan ke arah para petugas razia tersebut.
20. Selamat Dari Serangan Senjata Tajam, Senjata Api Dan Bom : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali.
21. Selamat Dari Kecelakaan Darat, Laut Dan Udara : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali.
22. Menundukkan Musuh : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.
23. Menagih Hutang Dan Pinjaman : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.
24. Meluluhkan Hati Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.
25. Menetralisir Tempat Angker : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada garam dan pasir. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke garam dan pasir tersebut. Kemudian tebarkanlah garam dan pasir tersebut ke sekeliling atau ke seluruh lokasi yang hendak dinetralkan.
26. Menetralisir Tempat Yang Dipasangi Sihir : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada garam dan pasir. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke garam dan pasir tersebut. Kemudian tebarkanlah garam dan pasir tersebut ke sekeliling atau ke seluruh lokasi yang hendak dinetralkan.
27. Menangkal Sihir Dan Ilmu Hitam : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.
28. Mengusir Makhluk Ghaib : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada satu botol air mineral yang sudah dicampuri garam. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air mineral tersebut. Kemudian percik – percikkanlah air mineral itu pada tempat yang menjadi kediaman atau markasnya para makhluk ghaib yang dianggap mengganggu.
29. Ditakuti Makhluk Ghaib : Setiap akan berangkat bepergian melewati kawasan yang angker, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.
30. Mengobati Diri Sendiri : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumlah air putih itu sampai habis.
31. Mengobati Seseorang Terkena Sihir Dan Gangguan Jin : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih yang sudah dicampuri garam. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu sampai habis.
32. Mengobati Penyakit Medis Dan Non Medis : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada satu botol air mineral. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air mineral tersebut. Kemudian minumkanlah air mineral itu sampai habis.
33. Mengobati Penyakit Parah : Asma’ dibaca sebanyak 111 kali pada segelas air hujan. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air hujan tersebut. Kemudian minumkanlah sebagian air hujan itu dan sebagiannya lagi dicampurkan ke dalam air mandi untuk membasuh seluruh anggota badan.
34. Pagaran Ghaib Rumah Dan Lahan : Asma’ dibaca sebanyak 333 kali pada pasir, lalu tiupkan. Kemudian terbarkanlah pasir tersebut disekeliling tempat yang akan dipagari.
35. Menghentikan Badai Dan Angin Topan : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah badai atau angin topan (angin puting beliung).
36. Menghentikan Ombak Ganas : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah ombak laut yang sedang mengganas atau bergelombang besar.
37. Menundukkan Hewan Buas : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah hewan buas atau hewan yang sedang mengamuk.
38. Mengusir Tamu Tak Di Undang : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah tamu yang akan di usir tersebut.
39. Menahan Mendung : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah langit yang sedang mendung atau hujan.
40. Mendatangkan Hujan : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali pada tiap – tiap penjuru mata angin, kemudian tiupkan.
41. Agar Disayang Majikan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian berikanlah air putih tersebut secara diam – diam kepada majikan atau dicampurkan ke minuman lain agar di minum olehnya. Dan ketika akan bertemu dengan majikan, bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.
42. Mempermudah Persalinan Ibu Melahirkan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada wanita yang akan melahirkan.
43. Menghilang Dari Pandangan Musuh : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah musuh. Kemudian Asma’ dibaca kembali sebanyak 3 kali sambil menahan nafas pada kedua telapak tangan, lalu tiupkan dan usapkan ke tubuh serta wajah.
44. Mengisi Azimat Dan Sejenisnya : Asma’ dibaca sebanyak 333 kali pada Azimat atau benda yang akan di isi. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 111 kali, tiupkanlah ke Azimat atau benda yang akan di isi tersebut.
45. Menghantam Musuh Dari Jarak Jauh : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Ulangi amalan ini selama 7 hari hingga berhasil dengan sempurna.
46. Mengisi Kekuatan Pada Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada orang yang akan di isi.
47. Menetralisir Racun Dan Sejenisnya : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke makanan, minuman atau benda yang dianggap mengandung racun dan sejenisnya.
48. Mendapat Kepercayaan Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.
49. Mengembalikan Barang Hilang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih yang sudah dicampuri garam. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian percik – percikkanlah air itu di sekitar tempat lokasi hilangnya barang.
50. Mempertajam Indera Ke – 6 : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali pada malam hari diluar rumah sambil menatap bayangan wajah pada genangan air atau pada cermin tanpa berkedip sedikit pun. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah pada titik antara kedua mata (Cakra ‘Aiinun). Ulangi amalan ini selama 7 malam hingga berhasil dengan sempurna.
51. Mempengaruhi Pikiran Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap rumah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Dan ketika akan bertemu dengan orang tersebut, baca kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.
52. Memulangkan Seseorang Yang Minggat : : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali diluar rumah, sambil menghadap ke arah tempat orang itu pergi pertama kali. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 10 kali, bayangkan / terawanglah wajah orang tersebut, lalu tiupkan. Kemudian Asma’ dibaca kembali sebanyak 333 kali sambil menahan nafas pada bekas pakaiannya, lalu tiupkan. Kemudian gantunglah bekas pakaiannya tersebut di depan pintu masuk kamarnya atau di atas tempat tidurnya.
53. Pengobatan Jarak Jauh : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali, sambil membayangkan atau menerawang wajah orang yang dituju. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, lalu tiupkan ke arah bayangan wajah orang tersebut.
54. Kuat Seks Berjam – Jam : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali pada segelas madu yang sudah dicampuri dengan sebutir telur ayam kampung. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah ke madu tersebut. Kemudian minumlah madu itu hingga habis setiap akan mau tidur. Ulangi amalan ini selama 7 hari hingga berhasil dengan sempurna.
55. Meningkatkan Nafsu Birahi Pasangan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada Si suami / istri sampai habis sebelum akan melakukan hubungan badan (bersetubuh).
56. Mengubah Rasa Makanan Dan Minuman : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah makanan atau minuman yang akan di ubah rasanya.
57. Menutup Tempat Ramai : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah tempat atau kedai yang akan dibuat sepi dari pengunjung.
58. Mengusir Hama Pengganggu : Asma’ dibaca sebanyak 1.111 kali pada pasir. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 111 kali, tiupkanlah ke pasir tersebut. Kemudian terbarkanlah pasir itu disekitar tempat / kebun yang terdapat hama pengganggu.
59. Ketenangan Batin Dan Pikiran : Setiap selesai sholat fardhu, bacalah Asma’ sebanyak 7 kali.
60. Memperkuat Aura Tubuh : Asma’ dibaca sebanyak 111 kali setelah selesai sholat Maghrib, lalu tiupkan pada kedua telapak tangan dan usapkan ke seluruh tubuh.
61. Mengatasi Kendaraan Mogok : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah kendaraan yang sedang mogok jalan.
62. Merontokkan Susuk : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah bagian tubuh orang yang memakai susuk tersebut.
63. Mengatasi Anak Rewel : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada anak yang suka rewel tersebut.
64. Menarik Rezeki Dari Segala Arah : Setiap jam 6 pagi, bacalah Asma’ sebanyak 9 kali pada tiap – tiap penjuru mata angin, kemudian tiupkan.
65. Mendongkrak Perolehan Ikan : Asma’ dibaca sebanyak 7 kali, lalu tiupkan ke arah umpan yang akan digunakan untuk memancing atau menangkap ikan.
66. Kirim SMS Tanpa Pulsa (Saat Terdesak) : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah Handphone (HP).
67. Menghilangkan Penyakit Demam Panggung : Setiap akan berhadapan dengan orang ramai atau sebelum naik ke atas panggung, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas. Dan ketika sudah naik ke atas panggung, bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah para hadirin.
68. Memenangkan Persidangan : Selama dalam perjalanan menuju tempat persidangan, bacalah Asma’ sebanyak – banyaknya. Dan ketika sudah berhadapan dengan para hakim dan jaksa pengadilan, bacalah kembali Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah mereka.
69. Menaikkan Jenjang Karir : Setiap akan berhadapan atau bertemu dengan bos / pemimpin, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arahnya.
70. Menetralisir Rasa Panas Minyak Goreng : Setiap akan mau memasak, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas.
71. Mempercepat Surutnya Air Banjir : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah ujung air banjir atau sungai.
72. Mengeraskan Benda Lunak : Asma’ dibaca sebanyak 7 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah benda lunak tersebut.
73. Mengangkat Benda Berat : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, kemudian angkatlah benda yang berat tersebut.
74. Memindahkan Penyakit Ke Telur : Asma’ dibaca sebanyak 111 kali sambil menggosok – gosokkan telur ayam ke daerah tubuh yang sakit. Setelah selesai, lalu tiupkan ke arah telur ayam tersebut dan kemudian pecahkan.
75. Kekebalan Tubuh : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, kemudian tusuklah anggota tubuh dengan jarum, pisau, pedang dan berbagai senjata tajam lainnya.
76. Mengisi Kekebalan Tubuh : Asma’ dibaca sebanyak 333 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada orang yang akan di isi kekebalan tubuh. Setelah 15 menit, lalu cobalah tusukkan anggota tubuh orang tersebut dengan jarum, pisau, pedang dan berbagai senjata tajam lainnya.
77. Melumpuhkan Badan Musuh : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah musuh.
78. Menghipnotis Seseorang : Asma’ dibaca sebanyak 7 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah orang yang akan di hipnotis tersebut atau tepuklah bahu kirinya.
79. Memisahkan Pasangan Selingkuh : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada satu botol air mineral. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air mineral tersebut. Kemudian berikanlah air putih tersebut secara diam – diam kepada orang yang suka berselingkuh tersebut atau dicampurkan ke minuman lain agar di minum olehnya.
80. Pengasihan Tingkat Tinggi : Asma’ dibaca sebanyak 111 kali setiap tengah malam, lalu tiupkan pada kedua telapak tangan dan usapkan ke seluruh tubuh.
81. Mempercepat Penjualan Tanah Dan Rumah : Asma’ dibaca sebanyak 333 kali pada 1 kg gula pasir. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 111 kali, tiupkanlah ke gula pasir tersebut. Kemudian terbarkanlah gula pasir itu di sekitar lokasi tanah atau rumah yang hendak di jual.
82. Mengisi Aura Kecantikan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada 7 kuntum bunga – bunga harum yang masih segar, lalu tiupkan. Kemudian campurkanlah bunga – bunga itu ke dalam air yang digunakan untuk mandi junub (mandi wajib) oleh wanita yang ingin tampil cantik tersebut.
83. Mengisi Aura Ketampanan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada satu botol minyak wangi non alkohol, lalu tiupkan. Kemudian campurkanlah minyak wangi itu itu ke dalam air yang digunakan untuk mandi junub (mandi wajib) oleh pria yang ingin tampil tampan tersebut.
84. Menarik Benda Pusaka : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali pada malam hari di depan lokasi tersimpannya benda pusaka. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah pada lokasi tempat benda pusaka tersebut. Ulangi amalan ini selama 3 malam hingga berhasil dengan sempurna.
85. Mengobati Hewan Sakit : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah sebagian air putih itu kepada hewan yang sakit tersebut dan sebagian lagi dicampurkan ke dalam air yang digunakan untuk mandinya.
86. Selamat Dari Jeratan Hukum : Asma’ dibaca sebanyak 111 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu sampai habis.
87. Dijaga Malaikat Al – Khidhir : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas di depan pintu.
88. Dikawal Macan Ghaib : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali sambil menahan nafas di depan pintu.
89. Menarik Ilmu Para Leluhur : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali pada malam hari di depan makam leluhur. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah pada makam leluhur tersebut. Ulangi amalan ini selama 3 malam hingga berhasil dengan sempurna.
90. Memperbaiki Kerusakan Barang Elektronik : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali pada barang elektronik yang sedang rusak. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah ke barang elektronik tersebut. Kemudian tutuplah barang elektronik itu dengan kain mori warna putih, dan diamkan selama 1 malam hingga benar – benar kembali baik.
91. Memiliki Daya Lembu Sakilan : Asma’ dibaca sebanyak 3.333 kali pada segelas air hujan. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, tiupkanlah ke air hujan tersebut. Kemudian minumlah air hujan itu hingga habis. Ulangi amalan ini selama 7 hari hingga berhasil dengan sempurna.
92. Mendapatkan Keturunan : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air hujan. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air hujan tersebut. Kemudian minumkanlah air hujan itu kepada suami dan istri sampai habis sebelum akan melakukan hubungan badan (bersetubuh).
93. Memenangkan Pemilihan Pejabat : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air putih. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air putih tersebut. Kemudian minumkanlah air putih itu kepada orang yang akan ikut pemilihan pejabat tersebut. Kemudian Asma’ dibaca kembali sebanyak 111 kali pada sebuah cincin, lalu tiupkan. Dan suruhlah orang tersebut mengenakan cincin itu kemana saja dia pergi selama masa pemilihan pejabat.
94. Benteng Dari Serangan Jin Dan Manusia : Setiap akan berangkat bepergian kemana saja, setiap akan tidur dan setiap akan beraktifitas, bacalah Asma’ sebanyak 3 kali.
95. Memenangkan Perlombaan : Asma’ dibaca sebanyak 1.000 kali sebelum akan mengikuti perlombaan. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 100 kali, bayangkan / terawanglah hadiah perlombaan yang ingin didapatkan, lalu tiupkan.
96. Meredakan Pertengkaran : Asma’ dibaca sebanyak 3 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke arah orang yang sedang bertengkar.
97. Memakbulkan Ucapan : Setiap akan mau berbicara dengan seseorang, bacalah Asma’ sebanyak 7 kali sambil menahan nafas.
98. Mengobati Seseorang Yang Kesurupan : Asma’ dibaca sebanyak 7 kali sambil menahan nafas, lalu tiupkan ke ubun – ubun kepala atau ke arah orang yang sedang kesurupan tersebut.
99. Mengisi Keselamatan Lahir Dan Batin : Asma’ dibaca sebanyak 41 kali pada segelas air hujan. Setiap selesai membaca Asma’ sebanyak 1 kali, tiupkanlah ke air hujan tersebut. Kemudian minumkanlah sebagian air hujan itu kepada orang yang akan di isi tersebut dan sebagian lagi dicampurkan ke dalam air yang digunakan untuk mandinya.

ASR VERSI SUMENEP MADURA

BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM
Cara Mengamalkan
Tawassul:
Nabi Muhammad SAW
Sayyidina Malaikat Jibril,Mikail,Isrofi dan “izroil
Nabiyullah Khidir A.S
Kholafaur Rosyidin Sayyidina Abu Bakar,Umar,Usma dan Ali
Sulthanul Auliya Syeh Abdul Qadir al Jailani
Syeh Basaniyah Bujuk Tompeng Pamekasan Madura
Syekh Abu Syamsudin
Syeh Habib Muhammad Alwiy Bawean Sumenep Madura
Syeh Moh. Kholil Bangkalan Madura
Ayah dan Ibu kita
Shohibul Ijazah dan semua guru Asma Sungai Rajeh
Ilaa Ruhi wa jasadi…………….wa ala niyati wal hajat……………..
BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM
INNA QUWWATI ASMA’AN KAFANZA IHYA FATAROH. 1000x (3-7 malam)
INNA QUWWATI AHIYAN SYAROOHIYAN ASMA’AN KAFANZA IHYA FATAROH.1000x (3-7 malam)
Cara mengamalkan:
Di amalkan seperti ASR Madura Utara selama 3-7 malam
Cara penyelarasannya sama dengan Asma Kajuh/Kayu Rajeh
Untuk Asma yang no-2 (bukan tingkatan) insyaallah selain untuk pengobatan,kesurupan, juga bisa digunakan oleh pengijazah ASR dan semua variannya untuk mencabut ASR yang pernah di ijazahkan pada seseorang yang dianggap melanggar pantangan/sombong,takabbur,atau alasan lain.
Cara mencabut/mengembalikan:
Baca ASR yang no-2 sebanyak 7x tahan nafas lalu lepas pelan-pelan, lalu baca niatnya;ya allah semua ilmu dari engkau dan akan kembali juga pada engkau ya allah,kembalikan ASR yang pernah saya ijazahkan pada……(sebut nama).lalu baca ASR yang mau di cabut 3x tahan nafas (ASR,AKR,ALR dll) lalu lepas nafas pelan-pelan.
Kemudian baca “INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI_’UUN.3X sambil menarik nafas dan menvisualisasikan menarik sesuatu dari seseorang sembari menyilangkan tangannya di dada.(tangan kakan di dada kiri,tangan kiri di dada kanan.) nafas taruh di bawah di pusar. dan lepas lagi pelan-pelan sambil membaca Hauqolah 7x sembari jempol tangan kanan menekan pusar dan memvisualisasikan mengunci.

images (1)

ASMA’ RADJEH DIRADJEH

asma-sungai-rajaINNA JAHARA HUJAHUNA LIKATABASSARUM LAKATABAN HUSSAJIN HUSAJANI.

QUL HU ALLOHU AHAD WALLOOHUSSHOMAD,
HASBIYALLOHU WA NI’MAL WAKIIL,
A-UDZUBIKALIMATILLAAHI TAAMMAATI MINSYARRI MAA KHOLAQ,
LAA HAULAA WA LAA QUWWATAA ILAABILLAAH

KHASIAT

1. dibaca 3x usapkan pad awajah untuk pengasihan
2. dibaca 3x usapkan keseluruh tubuh/rumah untuk pagar ghaib
3. baca 3x usapkan ke mata untuk meliat alam ghaib
4. baca 3x kemudian berdo’a untuk sagala hajat
5. baca 111x tiupkan ke air lalu di minum untuk membuka cakra
6. baca 222x tiupkan ke air untuk mengaktifkan tenaga dalam
7. baca 333x tiupkan ke air lalu di minum untuk membuka aura ghaib/membuka hijab
8. baca 555x sambil terpejam untuk trawangan alam ghaib
9. baca 666x mata trpejam sambil membayangkn wajah seseorang utk trawangan alam nyata
10. baca 3x tahan nafas lalu tiupkn ke air utk pengobatan
11. baca 7x dengan yakin untuk melawan musuh
12. baca 7x tahan nafas tiupkn ke tangan untuk memberatkan pukulan tangan
13. baca 7x dengan yakin dan pasrah untuk melawan segerombolan jin
14. baca 7x sambil telapak tangan di tempelkan di tanah utk menarik benda pusaka dari alam ghaib
15. baca 999x sambil mata terpejam dengen membayangkan diri kita sendiri duduk untuk meraga sukma

16. baca 1x sambil tahan nafas lalu jin di tarik deangn tenaga dalam untuk memasukan jin ke tubuh seseorang agar bisa          diajak berkomunikasi (mediumisasi)

images

Risalah Al Ghoutsiyah

Risalah Al Ghoutsiyah adalah sebentuk dialog batiniah antara Allah SWT dan Syekh Abdul Qadir Al Jailani, yang diterima melalui ilham qalbi dan penyingkapan makna-makna.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

  • Segala puji bagi Allah, Sang Penghapus Duka. Shalawat atas manusia terbaik, Muhammad. Berkatalah sang penolong agung, yang terasing dari selain Allah dan amat intim dengan Allah.
  • Allah SWT Berkata : “Wahai penolong agung!” Aku menjawab : “Aku mendengar panggilan-Mu, Wahai Tuhannya si penolong.”
  • Dia Berkata : “Setiap tahapan antara alam Naasut dan alam Malakut adalah syariat; setiap tahapan antara alam Malakut dan Jabarut adalah tarekat; dan setiap tahapan antara alam Jabarut dan alam Lahut adalah hakikat.” 1
  • Lalu Dia berkata kepadaku : “Wahai penolong agung ! Aku tidak pernah mewujudkan Diri-Ku dalam sesuatu sebagaimana perwujudanKu dalam diri manusia.”
  • Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau memiliki tempat ?”, Maka Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Akulah Pencipta tempat, dan Aku tidak membutuhkan tempat.”
  • Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, apakah Engkau makan dan minum ?”, Maka Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, makanan dan minuman kaum fakir adalah makanan dan minuman-Ku.”2
  • Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, dari apa Engkau ciptakan malaikat ?”. Dia Berkata kepadaku : “Aku Ciptakan malaikat dari cahaya manusia, dan Aku Ciptakan manusia dari cahaya-Ku.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Jadikan manusia sebagai kendaraan-Ku, dan Aku jadikan seluruh isi alam sebagai kendaraan baginya.”3
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, betapa sempurna Aku sebagai Pencari ! Betapa sempurna manusia sebagai yang dicari ! Betapa sempurna manusia sebagai pengendara, dan betapa sempurna alam sebagai kendaraan baginya.”4
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, manusia adalah rahasia-Ku dan Aku adalah Rahasianya. Jika manusia menyadari kedudukannya di sisi-Ku, maka ia akan berucap pada setiap hembusan nafasnya, ‘milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?’.”5
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tidaklah manusia makan sesuatu, atau minum sesuatu, dan tidaklah ia berdiri atau duduk, berbicara atau diam, tidak pula ia melakukan suatu perbuatan, menuju sesuatu atau menjauhi sesuatu, kecuali Aku Ada [Berperan] di situ, Bersemayam dalam dirinya dan Menggerakkannya.”6
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tubuh manusia, jiwanya, hatinya, ruhnya, pendengarannya, penglihatannya, tangannya, kakinya, dan lidahnya, semua itu Aku Persembahkan kepadanya oleh Diri-Ku, untuk Diri-Ku. Dia tak lain adalah Aku, dan Aku Bukanlah selain dia.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, jika engkau melihat seseorang terbakar oleh api kefakiran dan hancur karena banyaknya kebutuhan, maka dekatilah ia, karena tidak ada penghalang antara Diri-Ku dan dirinya.”7
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, janganlah engkau makan sesuatu atau minum sesuatu dan janganlah engkau tidur, kecuali dengan kehadiran hati yang sadar dan mata yang waspada.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa terhalang dari perjalanan-Ku di dalam batin, maka ia akan diuji dengan perjalanan lahir, dan ia tidak akan semakin dekat dari-Ku melainkan justru semakin menjauh dalam perjalanan batin.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, kemanunggalan ruhani merupakan keadaan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Siapa yang percaya dengannya sebelum mengalaminya sendiri, maka ia telah kafir. Dan barang siapa menginginkan ibadah setelah mencapai keadaan wushul, maka ia telah menyekutukan Allah SWT.”8
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa memperoleh kebahagiaan azali, maka selamat atasnya, dia tidak akan terhina selamanya. Dan barang siapa memperoleh kesengsaraan azali, maka celaka baginya, dia tidak akan diterima sama sekali setelah itu.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Jadikan kefakiran dan kebutuhan sebagai kendaraan manusia. Barangsiapa menaikinya, maka ia telah sampai di tempatnya sebelum menyeberangi gurun dan lembah.”9
  • Lalu Dia Berkatak kepadaku : “Wahai penolong agung, bila manusia mengetahui apa yang terjadi setelah kematian, tentu ia tidak menginginkan hidup di dunia ini. Dan ia akan berkata di setiap saat dan kesempatan, ‘Tuhan, matikan aku !’.”10
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, semua makhluk pada hari kiamat akan dihadapkan kepadaKu dalam keadaan tuli, bisu dan buta, lalu merasa rugi dan menangis. Demikian pula di dalam kubur.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, cinta merupakan tirai yang membatasi antara sang pencinta dan yang dicintai. Bila sang pencinta telah padam dari cintanya, berarti ia telah sampai kepada Sang Kekasih.”11
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Melihat Ruh-ruh menunggu di dalam jasad-jasad mereka setelah ucapanNya, ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu ?’ sampai hari kiamat.”
  • Lalu sang penolong berkata : “Aku melihat Tuhan Yang Maha Agung dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa bertanya kepadaKu tentang melihat setelah mengetahui, berarti ia terhalang dari pengetahuan tentang melihat. Barangsiapa mengira bahwa melihat tidak sama dengan mengetahui, maka berarti ia telah terperdaya oleh pesona melihat Allah SWT.’”12
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, orang fakir dalam pandangan-Ku bukanlah orang yang tidak memiliki apa-apa, melainkan orang fakir adalah ia yang memegang kendali atas segala sesuatu. Bila ia berkata kepada sesuatu, ‘jadilah !’ maka jadilah ia.”13
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Tak ada persahabatan dan kenikmatan di dalam surga setelah kemunculan-Ku di sana, dan tak ada kesendirian dan kebakaran di dalam neraka setelah sapaan-Ku kepada para penghuninya.”14
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Yang Paling Mulia di antara semua yang mulia, dan Aku Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tidurlah di sisi-Ku tidak seperti tidurnya orang-orang awam, maka engkau akan melihatKu.” Terhadap hal ini aku bertanya : “Wahai Tuhanku, bagaimana aku tidur disisi-Mu ?”. Dia Berkata : “Dengan menjauhkan jasmani dari kesenangan, menjauhkan nafsu dari syahwat, menjauhkan hati dari pikiran dan perasaan buruk, dan menjauhkan ruh dari pandangan yang melalaikan, lalu meleburkan dzatmu di dalam Dzat(Ku).”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, katakan kepada sahabatmu dan pencintamu, siapa di antara kalian yang menginginkan kedekatan dengan-Ku, maka hendaklah ia memilih kefakiran, lalu kefakiran dari kefakiran. Bila kefakiran itu telah sempurna, maka tak ada lagi apapun selain Aku.”15
  • Lalu Dia Berkata : “Wahai penolong agung, berbahagialah jika engkau mengasihi makhluk-makhluk-Ku, dan beruntunglah jika engkau memaaafkan makhluk-makhluk-Ku.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, katakan kepada pencintamu dan sahabatmu, ambillah manfaat dari do’a kaum fakir, karena mereka bersama-Ku dan Aku Bersama mereka.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Bersama segala sesuatu, Tempat Tinggalnya, Pengawasnya, dan kepada-Ku tempat kembalinya.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, jangan peduli pada surga dan apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara. Dan jangan peduli pada neraka serta apa yang ada di sana, maka engkau akan melihat Aku tanpa perantara.”16
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, para penghuni surga disibukkan oleh (kenikmatan) surga, dan para penghuni neraka disibukkan oleh (memohon pengampunan) Ku.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sebagian penghuni surga berlindung dari kenikmatan, sebagaimana penghuni neraka berlindung dari jilatan api.”17
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, barangsiapa disibukkan dengan selain Aku, maka temannya adalah sabuk [tanda kekafiran] pada hari kiamat.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, orang-orang yang dekat mencari pertolongan dari kedekatan, sebagaimana orang-orang yang jauh mencari pertolongan dari kejauhan.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sesungguhnya Aku Memiliki hamba-hamba yang bukan nabi maupun rasul, yang kedudukan mereka tidak diketahui oleh siapapun dari penghuni dunia maupun penghuni akhirat, dari penghuni surga ataupun neraka, tidak juga malaikat Malik ataupun Ridwan, dan Aku Tidak Menjadikan mereka untuk surga maupun untuk neraka, tidak untuk pahala ataupun siksa, tidak untuk bidadari, istana maupun pelayan-pelayan mudanya. Maka beruntunglah orang yang mempercayai mereka meski belum mengenal mereka.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, engkau adalah salah satu dari mereka. Dan di antara tanda-tanda mereka di dunia adalah tubuh-tubuh mereka terbakar karena sedikitnya makan dan minum; nafsu mereka telah hangus dari syahwat, hati mereka telah hangus dari pikiran dan perasaan buruk, ruh-ruh mereka juga telah hangus dari pandangan yang melalaikan. Mereka adalah pemilik keabadian yang terbakar oleh cahaya perjumpaan [dengan Tuhan].”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila seseorang yang haus datang kepadamu di hari yang amat panas, sedangkan engkau memiliki air dingin dan engkau sedang tidak membutuhkan air, jika engkau menahan air itu baginya, maka engkau adalah orang yang paling kikir. Bagaimana Aku Menolak mereka dari rahmat-Ku padahal Aku Telah Menetapkan atas Diri-Ku, bahwa Aku Paling Pengasih di antara yang mengasihi.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tak seorang pun dari ahli maksiat yang jauh dari-Ku, dan tak seorangpun dari ahli ketaatan yang dekat dari-Ku.”18
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila seseorang dekat kepada-Ku, maka ia adalah dari kalangan maksiat, karena ia merasa memiliki kekurangan dan penyesalan.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, merasa memiliki kekurangan merupakan sumber cahaya, dan mengagumi cahaya diri sendiri merupakan sumber kegelapan.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, ahli maksiat akan tertutupi oleh kemaksiatannya, dan ahli taat akan tertutupi (hatinya) oleh (kebanggaan atas) ketaatannya. Dan Aku Memiliki hamba-hamba selain mereka, yang tidak ditimpa kesedihan maksiat dan keresahan ketaatan.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sampaikan kabar gembira kepada para pendosa tentang adanya keutamaan dan kemurahan, dan sampaikan berita kepada para pengagum diri sendiri tentang adanya keadilan dan pembalasan.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, ahli ketaatan selalu mengingat kenikmatan, dan ahli maksiat selalu mengingat Yang Maha Pengasih.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Dekat dengan pelaku maksiat setelah ia berhenti dari kemaksiatannya, dan Aku Jauh dari orang yang taat setelah ia berhenti dari ketaatannya.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, Aku Menciptakan orang awam namun mereka tidak mampu memandang cahaya kebesaran-Ku, maka Aku Meletakkan tirai kegelapan di antara Diri-Ku dan mereka. Dan Aku Menciptakan orang-orang khusus namun mereka tidak mampu mendekati-Ku dan mereka sebagai tirai penghalang.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, katakan kepada para sahabatmu, siapa di antara mereka yang ingin sampai kepada-Ku, maka ia harus keluar dari segala sesuatu selain Aku.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, keluarlah dari batas dunia, maka engkau akan sampai ke akhirat. Dan keluarlah dari batas akhirat, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, keluarlah engkau dari raga dan jiwamu, lalu keluarlah dari hati dan ruhmu, lalu keluarlah dari hukum dan perintah, maka engkau akan sampai kepada-Ku.”
  • Maka aku bertanya : “Wahai Tuhanku, shalat sepert apa yang paling dekat dengan-Mu ?.” Dia Berkata : “Shalat yang di dalamnya tiada apapun kecuali Aku, dan orang yang melakukannya lenyap dari shalatnya dan tenggelam karenanya.”19
  • Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, puasa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Puasa yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, dan orang yang melakukannya lenyap darinya.”
  • Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, amal apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Amal yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku, baik itu [harapan] surga ataupun [ketakutan] neraka, dan pelakunya lenyap darinya.”
  • Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tangisan seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Tangisan orang-orang yang tertawa.” Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tertawa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Berkata : “Tertawanya orang-orang yang menangis karena bertobat.” Lalu aku berkata : “Wahai Tuhanku, tobat seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Menjawab : “Tobatnya orang-orang yang suci.” Lalu aku bertanya : “Wahai Tuhanku, kesucian seperti apa yang paling utama di sisi-Mu ?.” Dia Menjawab : “Kesucian orang-orang yang bertobat.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, pencari ilmu di mata-Ku tidak mempunyai jalan kecuali setelah ia mengakui kebodohannya, karena jika ia tidak melepaskan ilmu yang ada padanya, ia akan menjadi setan.”20
  • Berkatalah sang penolong agung : “Aku bertemu Tuhanku SWT dan aku bertanya kepada-Nya, ‘Wahai Tuhan, apa makna kerinduan [‘isyq] ?’, Dia Menjawab : ‘Wahai penolong agung, [artinya] engkau mesti merindukan-Ku dan mengosongkan hatimu dari selain Aku.’” Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, jika engkau mengerti bentuk kerinduan maka engkau harus lenyap dari kerinduan, karena ia merupakan penghalang antara si perindu dan yang dirindukan.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila engkau berniat melakukan tobat, maka pertama kali engkau harus bertobat dari nafsu, lalu mengeluarkan pikiran dan perasaan buruk dari hati dengan mengusir kegelisahan dosa, maka engkau akan sampai kepada-Ku. Dan hendaknya engkau bersabar, karena bila tidak bersabar berarti engkau hanya bermain-main belaka.”
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila engkau ingin memasuki wilayah-Ku, maka hendaknya engkau tidak berpaling kepada alam mulk, alam malakut, maupun alam jabarut. Karena alam mulk adalah setannya orang berilmu, dan malakut adalah setannya ahli makrifat, dan jabarut adalah setannya orang yang sadar. Siapa yang puas dengan salah satu dari ketiganya, maka ia akan terusir dari sisi-Ku.”
  • Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, perjuangan spiritual [mujahadah] adalah salah satu lautan di samudera penyaksian [musyahadah] dan tela dipilih oleh orang-orang yang sadar. Barangsiapa hendak masuk ke samudera musyahadah, maka ia harus memilih mujahadah, karena mujahadah merupakan benih dari musyahadah dan musyahadah tanpa mujahadah adalah mustahil. Barangsiapa telah memilih mujahadah, maka ia akan mengalami musyahadah, dikehendaki atau tidak dikehendaki.”21
  • Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, para pencari jalan spiritual tidak dapat berjalan tanpa mujahadah, sebagaimana mereka tak dapat melakukannya tanpa Aku.”
  • Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, sesungguhnya hamba yang paling Ku Cintai adalah hamba yang mempunyai ayah dan anak tetapi hatinya kosong dari keduanya. Jika ayahnya meninggal, ia tidak sedih karenanya, dan jika anaknya pun meninggal, ia pun tidak gundah karenanya. Jika seorang hamba telah mencapai tingkat seperti ini, maka di sisi-Ku tanpa ayah dan tanpa anak, dan tak ada bandingan baginya.”22
  • Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, siapa yang tidak merasakan lenyapnya seorang ayah karena kecintaan kepada-Ku dan lenyapnya seorang anak karena kecintaan kepada-Ku, maka ia tak akan merasakan lezatnya Kesendirian dan Ketunggalan.”
  • Dia juga Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, bila engkau ingin memandang-Ku di setiap tempat, maka engkau harus memilih hati resah yang kosong dari selain Aku.” Lalu aku bertanya : “Tuhanku, apa ilmunya ilmu itu ?.” Dia Menjawab : “Ilmunya ilmu adalah ketidaktahuan akan ilmu.”
  • Dan Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, berbahagialah seorang hamba yang hatinya condong kepada mujahadah, dan celakalah bagi hamba yang hatinya condong kepada syahwat.”
  • Lalu aku bertanya kepada Tuhanku SWT tentang mi’raj. Dia Berkata : “Mi’raj adalah naik meninggalkan segala sesuatu kecuali Aku, dan kesempurnaan mi’raj adalah pandangan tidak berpaling dan tidak pula melampauinya [ QS 53 : 17].” Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, tidak ada shalat bagi orang yang tidak melakukan mi’raj kepada-Ku.”23
  • Lalu Dia Berkata kepadaku : “Wahai penolong agung, orang yang kehilangan shalatnya adalah orang yang tidak mi’raj kepada-Ku.”

Keterangan :

  1. Alam Naasut adalah alam manusia, di dalamnya yang tampak adalah urusan-urusan kemanusiaan yang lembut dan bersifat ruhaniah. Alam Malakut adalah alam dimana para malaikat berkiprah melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Allah SWT. Alam Jabarut adalah alam gaib tempat urusan-urusan ilahiah yang menunjukkan hakikat daya paksa, kekerasan, kecepatan tindak pembalasan, dan ketidakbutuhan kepada segala sesuatu. Alam Lahut adalah alam gaib yang di dalamnya hanya tampak urusan-urusan ilahiah murni.
  2. Yang dimaksud fakir disini bukanlah orang yang membutuhkan harta benda, melainkan orang yang merasa butuh kepada Allah SWT.
  3. Kendaraan di sini berarti sarana untuk menyampaikan seseorang kepada tujuan. Untuk tujuan tertentu, Allah SWT memanfaatkan manusia sebagai saranaNya, sementara manusia memanfaatkan alam sebagai sarana untuk mencapai tujuannya.
  4. Allah SWT sebagai pencari sarana, memilih manusia – makhluk yang paling mulia – sebagai kendaraanNya. Betapa Agungnya Dia dan betapa terhormatnya manusia yang telah dipilihNya. Dan merupakan keagungan pula bagi alam karena telah dijadikan oleh manusia sebagai kendaraan yang membawanya kepada tujuannya.
  5. Jika manusia mengetahui secara hakiki betapa tinggi kedudukannya dan betapa dekat ia dengan Allah SWT, maka ia akan merasa bahwa suatu saat nanti – karena kedekatan itu – Allah akan memberikan kekuasaanNya kepadanya. Karena itulah ia akan senantiasa menanti, kapan saat penyerahan itu tiba, dengan kalimat : “Milik siapakah kekuasaan pada hari ini ?.”
  6. Allah SWT selalu berperan dalam setiap gerak dan diamnya manusia.
  7. Orang yang telah menyadari kefakiran dan kebutuhannya di hadapan Allah SWT, berarti ia telah memahami posisi dirinya terhadap Tuhannya. Sehingga tiada lagi penghalang antara dirinya dan Allah SWT.
  8. Penyatuan ruhani antara makhluk dan Khaliq tidak akan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Jika seseorang belum mengalaminya sendiri, maka ia akan cenderung mengingkarinya. Dan orang yang mengaku telah mengalaminya padahal belum, maka ia telah kafir. Orang yang telah mencapai keadaan ini, tiada yang ia inginkan selain perjumpaan dengan Allah. Jika ia menginginkan hal lain, meski itu berupa ibadah sekalipun, dalam maqam ini, ia dianggap telah menyekutukan Allah dengan keinginannya yang lain.
  9. Kefakiran dan kebutuhan merupakan sarana yang membawa manusia kepada kesadaran akan jati dirinya dan kebesaran Allah SWT. Orang yang telah sampai pada kesadaran semacam ini berarti telah sampai pada posisinya yang tepat tanpa harus menempuh perjalanan yang berliku-liku.
  10. Kematian merupakan saat disingkapkannya hakikat segala sesuatu, dan perjumpaan dengan Tuhan adalah saat yang paling dinantikan oleh orang yang merindukanNya.
  11. Cinta tiada lain kecuali keinginan sang pencinta untuk berjumpa dan bersatu dengan yang dicintai. Bila keduanya telah bertemu, maka cinta itu sendiri akan lenyap, dan keberadaan cinta itu justru akan menjadi penghalang antara keduanya.
  12. Yang dimaksud mengetahui adalah melihat dengan mata hati. Jadi, di sini melihat sama dengan mengetahui.
  13. Fakir dalam pandangan Allah SWT bukanlah orang yang tidak memiliki harta benda, melainkan orang yang merasa butuh kepada Allah SWT, dan tidak memiliki perhatian kepada apapun selain Allah SWT. Orang seperti ini, kehendaknya sama dengan kehendak Allah SWT, sehingga apa yang ia inginkan untuk terwujud akan terwujud.
  14. Keinginan dan kenikmatan terbesar manusia di alam akhirat itu hanyalah perjumpaan dengan Allah SWT. Maka kenikmatan di dalam surga dan kesengsaraan di dalam neraka tidak akan terasa jika dihadapkan pada kenikmatan perjumpaan dengan Allah SWT, meski itu hanya dalam bentuk sapaan belaka.
  15. Kefakiran adalah suatu keadaan butuh. Jika seseorang tidak membutuhkan apa pun selain Allah, maka kefakirannya telah sempurna. Baginya, Yang Wujud hanyalah Allah SWT, tak ada selainNya.
  16. Ini seperti ungkapan Rabi’ah Al Adawiyah : “Aku menyembah Allah bukan karena mengharap surga atau takut akan neraka, melainkan karena Dia memang layak untuk disembah dan karena aku mencintai-Nya.”
  17. Penghuni surga berlindung dari kenikmatan agar mereka tidak terlena sehingga lupa akan kenikmatan yang paling besar, yakni perjumpaan dengan Allah SWT.
  18. Maksudnya, walaupun seseorang termasuk ahli maksiat, Allah tetap dekat dengannya sehingga jika ia mau bertobat, Allah pasti menerimanya. Dan janganlah seorang yang taat menyombongkan diri atas ketaatannya, karena dengan begitu ia justru akan semakin jauh dari Allah. Memiliki perasaan kekurangan dan penyesalan itulah yang menyebabkan seseorang dekat kepada Allah.
  19. Lenyap dari shalat bermakna bahwa niat dan perhatian si pelaku shalat hanya tertuju kepada Allah SWT. Fokusnya bukan lagi penampilan fisik maupun gerakan-gerakan, melainkan kepada makna batiniah shalat itu.
  20. Ilmu yang sesungguhnya adalah yang ada di sisi Allah SWT, sementara ilmu yang kita miliki hanyalah semu dan palsu. Selama manusia tidak melepas kepalsuan itu, ia tidak akan menemukan ilmu sejati. Ilmu sejati tidak akan berlawanan dengan perbuatan. Setan adalah contoh pemilik ilmu yang perbuatannya berlawanan dengan ilmu yang dimilikinya.
  21. Mujahadah adalah perjuangan spiritual dengan cara menekan keinginan-keinginan jasmani, nafsu, dan jiwa, agar tunduk di bawah kendali ruh kita. Musyahadah adalah penyaksian akan kebesaran dan keagungan Allah SWT melalui tanda-tanda keagungan-Nya di alam ini.
  22. Kecintaan seseorang kepada anak atau orang tua semestinya tidak melebihi kecintaannya kepada Allah SWT. Ia harus menyadari bahwa orang tua maupun anak adalah anugerah Allah SWT yang bersifat sementara, dan cepat atau lambat ia akan berpisah dengan mereka. Maka seharusnya perpisahan itu tidak membuatnya gundah dan gelisah mengingat hal itu terjadi karena kehendak Allah SWT [ QS 80 : 34-37]
  23. Dalam sebuah hadist, Nabi SAW berkata : “Shalat adalah mi’raj kaum mukmin.” Mi’raj berarti naiknya ruh menghadap Allah SWT meski jasad kita tetap berada di alam ini. Jika shalat seseorang belum membawanya kepada keadaan seperti ini, berarti ia belum melakukan shalat dengan sempurna.

Amalan Sholawat

Kaligrafi_Muhammad_SAW_-_sumber_fb

Saya menyukai shalawat ini karena ringkas. Bisa diamalkan dengan cepat, mudah, di manapun, dan kapanpun, dengan banyak kali.

.

” Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Muhammad.”

 

Imam asy-Sya’roni berkata: “Rasulullah saw pernah bersabda: Barangsiapa membaca shalawat ini, maka ia telah membuka tujuhpuluh pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cintaNya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”

Guru kami yaitu ‘Aliya al-Khawash berkata: “Hadis ini, beserta hadis sebelumnya, yaitu sabda Nabi saw: Paling dekatnya salah seorang kamu kepadaku adalah pada saat ia mengingatku dan membacakan shalawat untukku, , kami riwayatkan dari sebagian ahli ma’rifat, dari al-Khidhr as, dari Rasulullah saw. Dua hadis ini menurut kami berkualitas shahih dengan derajat keshahihan tertinggi, meskipun para ahli hadis tidak berani menetapkan kesahehannya karena rumitnya istilah yang mereka pergunakan, wallahu a’lam,

Adapun yang menguatkan pendapat ini adalah sebuah hadis yang dikutip oleh as-Sakhawi dari Majd al-Din al-Fairuz Abadi, penulis kamus terkenal, dengan menyandarkan sanad kepada Imam as-Samarqandi. Ia berkata: “Saya mendengar Qidhr dan Nabi Ilyas as berkata: Kami mendengar Rasulullah saw bersabda: Tidak seorang pun yang membaca: Shallallahu ‘ala Muhammad (Semoga Allah memberikan rahmatNya kepada Muhammad), kecuali bahwa manusia akan mencintainya walaupun sebenarnya mereka membencinya. Demi Allah, mereka tidak akan mencintainya kecuali setelah Allah’azza wa jalla mencintai dia.” Dan kami pernah mendengar Rasulullah bersabda dari atas mimbar: ” Barangsiapa membaca shqlawat ini makn ia telah membuka tujuhpuluh pintu rahmat untuk dirinya.”

Al-Hafidz as-Sakhawi juga menukil sebuah hadis dengan sanad tersebut bahwa Imam as-Samarqandi mendengar Khidhr dan nabi Ilyas as berkata: “Adalah pada bani Israil seorang nabi yang bernama Samuel. Dia dikaruniai kekuatan untuk mengalahkan musuh. Pada suatuhari ia pergiberangkat untuk menghancurkan musuh agamanya. Mereka (musuh-musuh- nya) berkata: “Orang ini adalah seorang penyihir; ia datang untuk mengelabui mata kita dan menceraiberaikan pasukan kita, maka hendaklah kita mengajaknya ke tepi pantai, lalu kita menghancurkannya.”Maka berangkatlah ia bersama empat puluh orang pasukan memenuhi tantangan mereka untuk bertempur di tepi pantai. Teman-temannya berkata: ” Apayangakan kita perbuat?” “Majulah, dan bacalah: Shallallahu ‘ala Muhamntad!” kataSamuel. Mereka pun menuruti nasehat- nya; maju dengan membaca shalawat. Keadaan menjadi berbalik sama-sekali; merekalah yang terdesak ke laut dan tenggelam ditelan ombak, semuanya tewas, tidak ada yang tersisa.”

As-Sakhawi juga meriwayatkan bahwa suatu hari, berangkatlah seorang laki-laki dari Syiria menuju Nabi saw Ia berkata: “Ayahku sudah renta, tapi ia ingin sekali melihat wajah- n\rl.” “Billnalah ia kepadaku.” Sabda Nabi. “Tapi ia tidak bisa melihat. ” Ia mengemukakan alasan.” Kat nknn kepadany a, b acalah: “Shallallahu’ala Muhammad dalam tujuh malam, maka in akanbisa melihatku dalam mimpi, sehingga kamu bisa meriwayatkan hadis dari aku.” Ia pun kemudian melaksanakannya dan melihat Nabi saw dalam tidurnya, dan hadis ini diriwayatkan olehnya.

.
Semoga manfaat.  wallahu a’lam.

Wirid Imam Ghozali


Imam Abu Hamid Al-Ghazali sudah sangat terkenal dan dihormati bukan hanya di kalangan umat Islam saja tetapi juga dihormati dan disegani oleh orang-orang di luar Islam. Beliau memperoleh derajat yang tinggi sehingga beliau dijuluki “Hujjatul Islam”. Selayaknya bagi kaum muslimin mengikuti jejak beliau dalam mengamalkan auradnya yang sangat besar faedahnya yaitu untuk mencapai derajat yang mulia di sisi Allah SWT.

Aurad yang beliau baca setiap hari adalah:
Hari Senin >> membaca Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahi 1000 x
Hari Selasa >> membaca Shollallaahu ‘alaa Muhammad, Shollallahu alaihi wasalam 1000 x
Hari Rabu >> membaca Astaghfirullaahal ‘Azhiim 1000 x
Hari kamis >> membaca Subhaanallaahil ‘Azhiimi Wa Bihamdihi 1000 x
Hari Jum’at >> membaca Ya Allah 1000 x
Hari Sabtu >> membaca Laa Ilaaha Illallaahu 1000 x
Hari Minggu >> membaca Ya Hayyu Ya Qoyyuum 1000 x

Jika diamalkan atau dijadikan sebagai amalan rutin yang tidak putus…Insya Allah dianugerahkan maunah agar dilindungi dari seluruh serangan jahat dari jin dan manusia…

Ibnu Alwan (Benteng Badan)

Asma Ibnu Alwan sudah terkenal di kalangan pesantren sebagai sarana untuk perlindungan badan dari serangan musuh yang berupa senjata tajam dan sejenisnya. Penulispun juga menggunakan asma tersebut.

Cara riyadhohnya adalah puasa sunah biasa seperti puasa ramadhan selama 3 hari , dimulai dari hari Selasa, Rabu, Kamis. Di waktu puasa malamnya harus membaca doanya sebanyak 1000 x sampai terakhir malam Jumat, atau boleh dicicil setiap bakda shalat fardlu 100x. Pada malam Jum’at atau malam terahir kita tidak boleh tidur semalam suntuk hingga shubuh tiba.
Selama puasa dan sesudah puasa do’a dibaca 3x setiap habis Sholat Wajib 5 waktu
Penggunaan : setiap akan digunakan harus di baca sebanyak 3 x .
Do’a nya adalah sebgai berikut :

Bismillahirohmannirrohim .

Allohumma Ibnu Alwan. Yaa Sayyidii syeikh Muhyiddin Abdul Qodir Jaelani. (Haadir 3x), (Laa Yaamut 3 x ).
Illa Bi-idznillah… Laa haula walla quwwata illa billahil aliyyil a’dhim

Kalau ingin mencoba / tes apakah do’a ini sudah masuk apa belum, ambil jarum yang steril, kemudian tusukkan pelan pelan ke pergelangan tangan anda,  kalau ilmunya masuk kulit anda akan menjadi alot / keras ketika di tusuk.

Sebenarnya asma tersebut bukan hanya terbatas untuk kekebalan…namun bisa penulis katakan untuk berbagai aktifitas ghaib. Asma ini bisa untuk penyembuhan, tarik pusaka, tarik santet, dan sebagainya. Cirinya orang yang memegang asma ini akan merasakan pusaran angin tipis di telapak tangannya dan rasanya sejuk.

Penulis contohkan jika akan menolong mengobati seseorang yang sakit atau terkena santet, pertama baca Al-Fatihah dulu dilanjutkan membaca Ibnu Alwan 1x atau 3x dengan tahan napas sambil merasakan daya keluar dari telapak tangan. keluarkan napas pelan lalu tarik lagi sambil membaca Laa illaaha illallaah…terus menerus sambil tangan diarahkan ke tempat yang sakit ambil lalu buang bantingkan telapak tangan ke bumi hingga penyakit itu berpindah ke bumi.

Demikian sekelumit cara penyembuhan ..bisa juga menggunakan media telur ayam kampung yang nantinya  kita akan bahas di lain tulisan.

Wirid Qodir

Panji Ganji Qadiri (Saghir)
Wirid berikut ini dikenal sebagai Panji Ganji Qadiri, yang harus dibaca, setiap hari setelah shalat fardhu. Sebelum dan sesudah membaca asma tersebut harus membaca Shalawat Ghousiyyah 3x.

Setelah Shubuh/Fajar:  Ya Aziizu Ya Allah 100x

Setelah Zuhur: Ya Kariimu Ya Allah 100x

Setelah Ashar: Ya Jabbaaru Ya Allah 100x

Setelah Maghrib: Ya Sattaaru Ya Allah 100x

Setelah Isyak: Ya Ghaf’faaru Ya Allah 100x

Jika amalan ini dilakukan terus menerus Insya Allah  akan membawa manfaat yang tak terhingga di dunia dan akhirat, dan juga akan memperoleh barokah Allah Azza wa Jalla…

Dengan cara yang sama, amalan berikut ini juga dibacakan setelah shalat Fajar ( sebelum matahari terbit ) dan sesudah shalat Maghrib,  Insya Allah semua masalah yang sulit akan terpecahkan dan musuh-musuh kita akan tunduk .

1- Hasbiya’allahu laa illaaha illa huwa, alaihi tawakkaltu wahuwwa Rabbul arsyil Azhiim. Rabbi inni  massaniyad dhurru wa anta arhamar rahimiin (10 kali )

2- Rabbi inni maghlubun fantashiir (10 kali )

3- Sayyuh zamul jam-u wa yuwallu nadduhbur (10 kali )

4- Allahuma inna naj’aluka fii nuhurihim wa na’uzubikaa min syurrurihim (10 kali )

–Wirid Segala Hajat, untuk meraih kesuksesan dan menaklukkan musuh-musuh kita–
Jika kita merasa cemas dan khawatir  atau kita memiliki sebuah niat baik yang belum terkabul , maka sebaiknya anda duduk menghadap kiblat dalam keadaan berwudhu , Setiap membaca kalimah ini hendaklah diawali dan diakhiri dgn shalawat ghoutsiyyah 11x

1. Allahu Rabbi laa syariikalahu  [874 kali, boleh dibacakan kapan saja]

Wirid  ini harus dilakukan setiap hari hingga permohonan hajat terkabul. Selanjutnya, juga  dapat diamalkan sewaktu-waktu dengan jumlah terserah  keikhlasan kita , dalam keadaan apapun, dalam posisi apapun dan dengan atau tanpa wudhu.

2. Hasbunallahu wa ni’mal Wakiil  [450 kali, boleh dibacakan kapan saja]

Wirid ini diamalkan hingga permohonan hajat kita terkabul. Harus ditambah dengan Shalawat Ghotsiyyah 11x di awal dan di akhir. Wirid ini dapat dibaca setiap saat setiap kali anda merasakan  ketakutan atau dihadapkan dengan kekhawatiran atau kekecewaan.

3. Tufail Hazrat Dastagiir Dushman huu-aiziir  [111 kali , khusus dibaca setelah Shalat Isya]

[Artinya : Dengan rahmat dan bantuan dari Qutbul aqtaab Ash-Shaikh Muhiyiddeen Abdul Qadir Jilani , semua musuh akan ditundukkan dan direndahkan)

Tiga Wirid di atas sangat efektif dan dapat dibaca setiap saat. Jika Anda memiliki niat tertentu dan Anda melakukan mengamalkan wirid ini, maka jangan samapai berhenti sebelum niat anda terpenuhi, dan dilakukan dengan berurutan.

Seperti halnya wirid 1 dan 2 di atas, tidak ada waktu yang tetap untuk melafalkannya dan dapat dibacakan kapan saja, namun khusus untuk wirid no.3 harus dilakukan setelah shalat Isya…

Jika Hajat anda belum terpenuhi , maka anda harus mengamalkan 3 Wirid di atas hingga berhasil. Jika Anda tidak memiliki hajat tertentu, maka Wirid 1 dan 2  hanya dapat dibaca 100 kali sehari… ditambah dengan Sahalawat Ghoutsiyyah 3x  pada awal dan akhir bacaan.

Inilah Sholawat Ghoutsiyyah :

Allahumma Shalli alaa sayyidina wa maulana Muhammad ma’dinil juudi wal karoomi wa aliihi washohbihi wabarik wasalim… (3x atau 11x)

Penulis juga mengamalkan doa di atas…yang Insya Allah sudah ditajrib atau dirasakan khasiat dan manfaatnya…

Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani

Sayyidul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Rahimahullah, (bernama lengkap Muhyi al Din Abu Muhammad Abdul Qadir ibn Abi Shalih Al-Jailani). Lahir di Jailan Iran, selatan Laut Kaspia pada 470 H/1077 M sehingga di akhir nama beliau ditambahkan kata al Jailani atau al Kailani. Biografi beliau dimuat dalam Kitab الذيل على طبق الحنابلة Adz Dzail Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab al Hambali.

Kelahiran, Silsilah dan Nasab

Ada dua riwayat sehubungan dengan tanggal kelahiran al-Ghauts al_A’zham Syekh Abdul Qodir al-Jilani Amoli. Riwayat pertama yaitu bahwa ia lahir pada 1 Ramadhan 470 H. Riwayat kedua menyatakan Ia lahir pada 2 Ramadhan 470 H. Tampaknya riwayat kedua lebih dipercaya oleh ulama[1]. Silsilah Syekh Abdul Qodir bersumber dari Khalifah Sayyid Ali al-Murtadha r.a ,melalui ayahnya sepanjang 14 generasi dan melaui ibunya sepanjang 12 generasi. Syekh Sayyid Abdurrahman Jami rah.a memberikan komentar mengenai asal usul al-Ghauts al-A’zham r.a sebagi berikut : “Ia adalah seorang Sultan yang agung, yang dikenal sebagial-Ghauts al-A’zham. Ia mendapat gelar sayyid dari silsilah kedua orang tuanya, Hasani dari sang ayah dan Husaini dari sang ibu”[1]. Silsilah Keluarganya adalah Sebagai berikut : Dari Ayahnya(Hasani)[1]:

Syeh Abdul Qodir bin Abu Shalih bin Abu Abdillah bin Yahya az-Zahid bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdullah Tsani bin Musa al-Jaun bin Abdul Mahdhi bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan as-Sibthi bin Ali bin Abi Thalib, Suami Fatimah binti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam

Dari ibunya(Husaini)[1] : Syeh Abdul Qodir bin Ummul Khair Fathimah binti Abdullah Sum’i bin Abu Jamal bin Muhammad bin Mahmud bin Abul ‘Atha Abdullah bin Kamaluddin Isa bin Abu Ala’uddin bin Ali Ridha bin Musa al-Kazhim bin Ja’far al-Shadiq bin Muhammad al-Baqir binZainal ‘Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, Suami Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam

Masa Muda

Dalam usia 8 tahun ia sudah meninggalkan Jilan menuju Baghdad pada tahun 488 H/1095 M. Karena tidak diterima belajar di Madrasah Nizhamiyah Baghdad, yang waktu itu dipimpin Ahmad al Ghazali, yang menggantikan saudaranya Abu Hamid al Ghazali. Di Baghdad beliau belajar kepada beberapa orang ulama seperti Ibnu AqilAbul KhatthatAbul Husein al Farra’ dan juga Abu Sa’ad al Muharrimi. Beliau menimba ilmu pada ulama-ulama tersebut hingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama. Dengan kemampuan itu, Abu Sa’ad al Mukharrimi yang membangun sekolah kecil-kecilan di daerah Babul Azaj menyerahkan pengelolaan sekolah itu sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani. Ia mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh. Bermukim di sana sambil memberikan nasihat kepada orang-orang di sekitar sekolah tersebut. Banyak orang yang bertaubat setelah mendengar nasihat beliau. Banyak pula orang yang bersimpati kepada beliau, lalu datang menimba ilmu di sekolah beliau hingga sekolah itu tidak mampu menampung lagi.

Murid

Murid-muridnya banyak yang menjadi ulama terkenal, seperti al Hafidz Abdul Ghani yang menyusun kitab Umdatul Ahkam Fi Kalami Khairil Anam, Syeikh Qudamah, penyusun kitab fiqih terkenal al Mughni.

Perkataan Ulama tentang Beliau

Syeikh Ibnu Qudamah sempat tinggal bersama beliau selama satu bulan sembilan hari. Kesempatan ini digunakan untuk belajar kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani sampai beliau meninggal dunia. (Siyar A’lamin Nubala XX/442).

Syeikh Ibnu Qudamah ketika ditanya tentang Syeikh Abdul Qadir menjawab, “Kami sempat berjumpa dengan beliau di akhir masa kehidupannya. Ia menempatkan kami di sekolahnya. Ia sangat perhatian terhadap kami. Kadang beliau mengutus putra beliau yang bernama Yahya untuk menyalakan lampu buat kami. Ia senantiasa menjadi imam dalam salat fardhu.”

Beliau adalah seorang yang berilmu, beraqidah Ahlu Sunnah, dan mengikuti jalan Salaf al Shalih. Belaiau dikenal pula banyak memilikikaramah. Tetapi, banyak (pula) orang yang membuat-buat kedustaan atas nama beliau. Kedustaan itu baik berupa kisah-kisah, perkataan-perkataan, ajaran-ajarantariqah (tarekat/jalan) yang berbeda dengan jalan Rasulullah, para sahabatnya, dan lainnya. Di antaranya dapat diketahui dari pendapat Imam Ibnu Rajab.

Tentang Karamahnya

Syeikh Abdul Qadir al Jailani adalah seorang yang diagungkan pada masanya. Diagungkan oleh para syeikh, ulama, dan ahli zuhud. Ia banyak memiliki keutamaan dan karamah. Tetapi, ada seorang yang bernama al Muqri’ Abul Hasan asy Syathnufi al Mishri (nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Yusuf bin Jarir al Lakhmi asy Syathnufi) yang mengumpulkan kisah-kisah dan keutamaan-keutamaan Syeikh Abdul Qadir al Jailani dalam tiga jilid kitab. Al Muqri’ lahir di Kairo tahun 640 H, meninggal tahun 713 H. Dia dituduh berdusta dan tidak bertemu dengan Syeikh Abdul Qadir al Jailani. Dia telah menulis perkara-perkara yang aneh dan besar (kebohongannya).

“Cukuplah seorang itu berdusta, jika dia menceritakan yang dia dengar”, demikian kata Imam Ibnu Rajab. “Aku telah melihat sebagian kitab ini, tetapi hatiku tidak tentram untuk berpegang dengannya, sehingga aku tidak meriwayatkan apa yang ada di dalamnya. Kecuali kisah-kisah yang telah masyhur dan terkenal dari selain kitab ini. Karena kitab ini banyak berisi riwayat dari orang-orang yang tidak dikenal. Juga terdapat perkara-perkara yang jauh dari agama dan akalkesesatan-kesesatandakwaan-dakwaan dan perkataan yang batil tidak berbatas, seperti kisah Syeikh Abdul Qadir menghidupkan ayam yang telah mati, dan sebagainya. Semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani rahimahullah.”

Kemudian didapatkan pula bahwa al Kamal Ja’far al Adfwi (nama lengkapnya Ja’far bin Tsa’lab bin Ja’far bin Ali bin Muthahhar bin Naufal al Adfawi), seorang ulama bermadzhab Syafi’i. Ia dilahirkan pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 685 H dan wafat tahun 748 H di Kairo. Biografi beliau dimuat oleh al Hafidz di dalam kitab Ad Durarul Kaminah, biografi nomor 1452. al Kamal menyebutkan bahwa asy Syathnufi sendiri tertuduh berdusta atas kisah-kisah yang diriwayatkannya dalam kitab ini.(Dinukil dari kitab At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah as Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa’dah 1415 H / 8 April 1995 M.).

Karya

Imam Ibnu Rajab juga berkata, “Syeikh Abdul Qadir al Jailani Rahimahullah memiliki pemahaman yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allahtakdir, dan ilmu-ilmu ma’rifat yang sesuai dengan sunnah.”

Karya karyanya [1] :

  1. Tafsir Al Jilani
  2. al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq,
  3. Futuhul Ghaib.
  4. Al-Fath ar-Rabbani
  5. Jala’ al-Khawathir
  6. Sirr al-Asrar
  7. Asror Al Asror
  8. Malfuzhat
  9. Khamsata “Asyara Maktuban
  10. Ar Rasael
  11. Ad Diwaan
  12. Sholawat wal Aurod
  13. Yawaqitul Hikam
  14. Jalaa al khotir
  15. Amrul muhkam
  16. Usul as Sabaa
  17. Mukhtasar ulumuddin

Murid-muridnya mengumpulkan ihwal yang berkaitan dengan nasihat dari majelis-majelis beliau. Dalam masalah-masalah sifat, takdir dan lainnya, ia berpegang dengan sunnah. Ia membantah dengan keras terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah.

Ajaran-ajaranya

Sam’ani berkata, ” Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah penduduk kota Jailan. Ia seorang Imam bermadzhab Hambali. Menjadi guru besar madzhab ini pada masa hidup beliau.” Imam Adz Dzahabi menyebutkan biografi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam Siyar A’lamin Nubala, dan menukilkan perkataan Syeikh sebagai berikut,”Lebih dari lima ratus orang masuk Islam lewat tanganku, dan lebih dari seratus ribu orang telah bertaubat.”

Imam Adz Dzahabi menukilkan perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Syeikh Abdul Qadir yang aneh-aneh sehingga memberikan kesan seakan-akan beliau mengetahui hal-hal yang ghaib. Kemudian mengakhiri perkataan, “Intinya Syeikh Abdul Qadir memiliki kedudukan yang agung. Tetapi terdapat kritikan-kritikan terhadap sebagian perkataannya dan Allah menjanjikan (ampunan atas kesalahan-kesalahan orang beriman ). Namun sebagian perkataannya merupakan kedustaan atas nama beliau.”( Siyar XX/451 ). Imam Adz Dzahabi juga berkata, ” Tidak ada seorangpun para kibar masyayikh yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisah hikayat, selain Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, dan banyak di antara riwayat-riwayat itu yang tidak benar bahkan ada yang mustahil terjadi”.

Syeikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali berkata dalam kitabnya, Al Haddul Fashil,hal.136, ” Aku telah mendapatkan aqidahnya ( Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani ) di dalam kitabnya yang bernama Al Ghunyah. (Lihat kitab Al-Ghunyah I/83-94) Maka aku mengetahui bahwa dia sebagai seorang Salafi. Ia menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah lainnya di atas manhaj Salaf. Ia juga membantah kelompok-kelompok Syi’ah, Rafidhah, Jahmiyyah, Jabariyyah, Salimiyah, dan kelompok lainnya dengan manhaj Salaf.” (At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah As Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa’dah 1415 H / 8 April 1995 M.)

Awal Kemasyhuran

Al-Jaba’i berkata bahwa Syeikh Abdul Qadir pernah berkata kepadanya, “Tidur dan bangunku sudah diatur. Pada suatu saat dalam dadaku timbul keinginan yang kuat untuk berbicara. Begitu kuatnya sampai aku merasa tercekik jika tidak berbicara. Dan ketika berbicara, aku tidak dapat menghentikannya. Pada saat itu ada dua atau tiga orang yang mendengarkan perkataanku. Kemudian mereka mengabarkan apa yang aku ucapkan kepada orang-orang, dan merekapun berduyun-duyun mendatangiku di masjid Bab Al-Halbah. Karena tidak memungkinkan lagi, aku dipindahkan ke tengah kota dan dikelilingi dengan lampu. Orang-orang tetap datang di malam hari dengan membawa lilin dan oborhingga memenuhi tempat tersebut. Kemudian, aku dibawa ke luar kota dan ditempatkan di sebuah mushalla. Namun, orang-orang tetap datang kepadaku, dengan mengendarai kudaunta bahkan keledai dan menempati tempat di sekelilingku. Saat itu hadir sekitar 70 orang para wali radhiallahu ‘anhum]].

Dalam beberapa manuskrip didapatkan bahwa Syeikh Abdul Qadir berkata, “Sebuah suara berkata kepadaku saat aku berada di pengasingan diri, “kembali ke Baghdad dan ceramahilah orang-orang”. Aku pun ke Baghdad dan menemukan para penduduknya dalam kondisi yang tidak aku sukai dan karena itulah aku tidak jadi mengikuti mereka”. “Sesungguhnya” kata suara tersebut, “Mereka akan mendapatkan manfaat dari keberadaan dirimu”. “Apa hubungan mereka dengan keselamatan agamaku/keyakinanku” tanyaku. “Kembali (keBaghdad) dan engkau akan mendapatkan keselamatan agamamu” jawab suara itu.

Aku pun membuat 70 perjanjian dengan Allah. Di antaranya adalah tidak ada seorang pun yang menentangku dan tidak ada seorang muridku yang meninggal kecuali dalam keadaan bertaubat. Setelah itu, aku kembali ke Baghdad dan mulai berceramah

Hubungan Guru dan Murid

Syeikh Abdul Qadir berkata, “Seorang Syeikh tidak dapat dikatakan mencapai puncak spiritual kecuali apabila 12 karakter berikut ini telah mendarah daging dalam dirinya.

  1. Dua karakter dari Allah yaitu dia menjadi seorang yang sattar (menutup aib) dan ghaffar (pemaaf).
  2. Dua karakter dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam yaitu penyayang dan lembut.
  3. Dua karakter dari Abu Bakar yaitu jujur dan dapat dipercaya.
  4. Dua karakter dari Umar yaitu amar ma’ruf nahi munkar.
  5. Dua karakter dari Utsman yaitu dermawan dan bangun (tahajjud) pada waktu orang lain sedang tidur.
  6. Dua karakter dari Ali yaitu alim (cerdas/intelek) dan pemberani.

Masih berkenaan dengan pembicaraan di atas dalam bait syair yang dinisbatkan kepadanya dikatakan:

Bila lima perkara tidak terdapat dalam diri seorang syeikh maka ia adalah Dajjal yang mengajak kepada kesesatan.

Dia harus sangat mengetahui hukum-hukum syariat zhahir, mencari ilmu hakikah dari sumbernya, hormat dan ramah kepada tamu, lemah lembut kepada si miskin, mengawasi para muridnya sedang ia selalu merasa diawasi oleh Allah.

Syeikh Abdul Qadir juga menyatakan bahwa Syeikh al Junaid mengajarkan standar al Quran dan Sunnah kepada kita untuk menilai seorang syeikh. Apabila ia tidak hafal al Quran, tidak menulis dan menghafal Hadits, dia tidak pantas untuk diikuti.

Syeikh Abdul Qadir berkata, “Kalimat tauhid akan sulit hadir pada seorang individu yang belum di talqin dengan zikir bersilsilah kepada Rasullullah oleh mursyidnya saat menghadapi sakaratul maut”.

Karena itulah Syeikh Abdul Qadir selalu mengulang-ulang syair yang berbunyi: Wahai yang enak diulang dan diucapkan (kalimat tauhid) jangan engkau lupakan aku saat perpisahan (maut).

Pada tahun 521 H/1127 M, dia mengajar dan berfatwa dalam semua madzhab pada masyarakat sampai dikenal masyarakat luas. Selama 25 tahun Syeikh Abdul Qadir menghabiskan waktunya sebagai pengembara sufi di Padang Pasir Iraq dan akhirnya dikenal oleh dunia sebagai tokoh sufi besar dunia Islam. Selain itu dia memimpin madrasah dan ribath di Baghdad yang didirikan sejak 521 H sampai wafatnya di tahun 561 H. Madrasah itu tetap bertahan dengan dipimpin anaknya Abdul Wahab (552-593 H/1151-1196 M), diteruskan anaknya Abdul Salam (611 H/1214 M). Juga dipimpin anak kedua Syeikh Abdul Qadir, Abdul Razaq (528-603 H/1134-1206 M), sampai hancurnya Baghdad pada tahun 656 H/1258 M.

Syeikh Abdul Qadir juga dikenal sebagai pendiri sekaligus penyebar salah satu tarekat terbesar didunia bernama Tarekat Qodiriyah.

Ia wafat pada hari Sabtu malam, setelah magrib, pada tanggal 9 Rabiul akhir di daerah Babul Azajwafat di Baghdad pada 561 H/1166 M. `

Sunan Muria (Raden Umar Said bin Sunan Kalijogo)

Sunan Muria dilahirkan dengan nama Raden Umar Said atau Raden Said. Menurut beberapa riwayat, dia adalah putra dari Sunan Kalijagayang menikah dengan Dewi Soejinah, putri Sunan Ngudung. Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung Muria), yang terletak di sebelah utara kota KudusJawa Tengah, tempat dia dimakamkan.

 

Sunan Muria adalah  putra Dewi Saroh –adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus

Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam.
Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut adalah kesukaannya.

Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530), Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti.

Silsilah Walisongo

Silsilah dari  Hadramaut (Yaman)

Walaupun masih ada pendapat yang menyebut Walisongo adalah keturunan Samarkand (Asia Tengah), Champa atau tempat lainnya, namun tampaknya tempat-tampat tersebut lebih merupakan jalur penyebaran para mubaligh daripada merupakan asal-muasal mereka yang sebagian besar adalah kaum Sayyid atau Syarif. Beberapa argumentasi yang diberikan oleh Muhammad Al Baqir, dalam bukunya Thariqah Menuju Kebahagiaan, mendukung bahwa Walisongo adalah keturunan Hadramaut (Yaman):

  • L.W.C van den Berg, Islamolog dan ahli hukum Belanda yang mengadakan riset pada 1884-1886, dalam bukunya Le Hadhramout et les colonies arabes dans l’archipel Indien (1886)[5] mengatakan:
”Adapun hasil nyata dalam penyiaran agama Islam (ke Indonesia) adalah dari orang-orang Sayyid Syarif. Dengan perantaraan mereka agama Islam tersiar di antara raja-raja Hindu di Jawa dan lainnya. Selain dari mereka ini, walaupun ada juga suku-suku lain Hadramaut (yang bukan golongan Sayyid Syarif), tetapi mereka ini tidak meninggalkan pengaruh sebesar itu. Hal ini disebabkan mereka (kaum Sayyid Syarif) adalah keturunan dari tokoh pembawa Islam (Nabi Muhammad SAW).”
  • van den Berg juga menulis dalam buku yang sama (hal 192-204):
”Pada abad ke-15, di Jawa sudah terdapat penduduk bangsa Arab atau keturunannya, yaitu sesudah masa kerajaan Majapahit yang kuat itu. Orang-orang Arab bercampul-gaul dengan penduduk, dan sebagian mereka mempuyai jabatan-jabatan tinggi. Mereka terikat dengan pergaulan dan kekeluargaan tingkat atasan. Rupanya pembesar-pembesar Hindu di kepulauan Hindia telah terpengaruh oleh sifat-sifat keahlian Arab, oleh karena sebagian besar mereka berketurunan pendiri Islam (Nabi Muhammad SAW). Orang-orang Arab Hadramawt(Hadramaut) membawa kepada orang-orang Hindu pikiran baru yang diteruskan oleh peranakan-peranakan Arab, mengikuti jejak nenek moyangnya.”
Pernyataan van den Berg spesifik menyebut abad ke-15, yang merupakan abad spesifik kedatangan atau kelahiran sebagian besar Walisongo di pulau Jawa. Abad ke-15 ini jauh lebih awal dari abad ke-18 yang merupakan saat kedatangan gelombang berikutnya, yaitukaum Hadramaut yang bermarga Assegaf, Al Habsyi, Al Hadad, Alaydrus, Alatas, Al Jufri, Syihab, Syahab dan banyak marga Hadramaut lainnya.
  • Hingga saat ini umat Islam di Hadramaut sebagian besar bermadzhab Syafi’i, sama seperti mayoritas di Srilangka, pesisir India Barat (Gujarat dan Malabar), Malaysia dan Indonesia. Bandingkan dengan umat Islam di Uzbekistan dan seluruh Asia Tengah, Pakistan dan India pedalaman (non-pesisir) yang sebagian besar bermadzhab Hanafi.
  • Kesamaan dalam pengamalan madzhab Syafi’i bercorak tasawuf dan mengutamakan Ahlul Bait; seperti mengadakan Maulid, membacaDiba & Barzanji, beragam Shalawat Nabidoa Nur Nubuwwah dan banyak amalan lainnya hanya terdapat di Hadramaut, Mesir, Gujarat, Malabar, Srilangka, Sulu & Mindanao, Malaysia dan Indonesia. Kitab fiqh Syafi’i Fathul Muin yang populer di Indonesia dikarang olehZainuddin Al Malabary dari Malabar, isinya memasukkan pendapat-pendapat baik kaum Fuqaha maupun kaum Sufi. Hal tersebut mengindikasikan kesamaan sumber yaitu Hadramaut, karena Hadramaut adalah sumber pertama dalam sejarah Islam yang menggabungkan fiqh Syafi’i dengan pengamalan tasawuf dan pengutamaan Ahlul Bait.
  • Di abad ke-15, raja-raja Jawa yang berkerabat dengan Walisongo seperti Raden Patah dan Pati Unus sama-sama menggunakan gelarAlam Akbar. Gelar tersebut juga merupakan gelar yang sering dikenakan oleh keluarga besar Jamaluddin Akbar di Gujarat pada abad ke-14, yaitu cucu keluarga besar Azhamat Khan (atau Abdullah Khan) bin Abdul Malik bin Alwi, seorang anak dari Muhammad Shahib Mirbath ulama besar Hadramaut abad ke-13. Keluarga besar ini terkenal sebagai mubaligh musafir yang berdakwah jauh hingga pelosok Asia Tenggara, dan mempunyai putra-putra dan cucu-cucu yang banyak menggunakan nama Akbar, seperti Zainal Akbar, Ibrahim Akbar, Ali Akbar, Nuralam Akbar dan banyak lainnya.